Mistifikasi harga?

November 26, 2008 at 11:34 pm | Posted in Diskusi | 4 Comments

 Mistifikasi harga?

Rekans,
Dalam pengamatan aku — yang dangkal ini — mengenai trend aden, sepertinya jenis arabicum hibrid dan TS akan menjadi trend. Terutama jenis yang telah telah disebutkan Om Hartono di bawah ini.

Tak dapat dimungkiri bahwa secara objektif — karakter dan bentuk yang melekat pada pohon —  jenis TS memang bisa dikatakan  indah dibandingkan jenis yang lain.

Dengan kecenderungan animo masyarakat (pnghobi, penikmat, penjual dan penggembira) adenium yang cenderung mengarah ke arab hibrid dan TS ini, ada indikasi harga aden jenis ini — sedikit banyak —  akan melambung.

Pertanyaanku: akankah harga arab hibrid dan terutama TS ini akan mengalami “mistifikasi harga” sebagaimana yang pernah terjadi pada anthurium?  Mistifikasi harga yang aku maksudkan di sini adalah harga yang seperti digelembungkan — atau istilah KOMPAS — harga yang telah “digoreng”  sehingga harga tersebut seolah “tidak wajar” dan melampaui “akal sehat” masyarakat.

Mohon maaf bila pertanyaanku pernah dibahas sebelumnya atau ini terlalu remeh untuk dibahas dengan serius.

Salam,
Wildan Pramudya

4 Comments »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

  1. Sebenarnya hal tsb tergantung dari perilaku pasar, termasuk kita2 ini yang berperan besar.
    Harga akan naik, jelas YA, apalagi kalau kita tergantung terus kepada Thailand. Karena saat ini pasar dalam negeri disana lagi gila kontes2 adenium yang sudah sekian tahun meredup pamornya.
    Bisakah harga adenium digoreng seperti anthurium? NO WAY!!
    Pasar adenium cukup lama terbentuk, sudah melalui pasang surut. Harga beberapa hybrid yang populer akan terkatrol naik lebih karena harga dari Thailand dan kurs dolar, bukan karena situasi dalam negeri.
    Khusus tanaman2 klas kontes selalu tidak bisa disamakan dengan harga2 umum, punya keunikan sendiri.

    Siapakah yang paling beruntung dalam situasi ini?
    HANYA beberapa petani dan penyemai biji adenium yang masih bertahan dan konsen pada arabicum dan TS, saya berani bertaruh orang2 ini akan segera kaya dalam waktu dekat. di Jatim, dari sekian ribu petani adenium, hanya beberapa orang yang akan menerima berkah ketelatenannya.
    Saya sebagai importir yang sangat tergantung dari Thailand sudah menyerah dengan harga2 disana sekarang, bisa beli tidak akan bisa jual.

    Adenium is adenium.
    Seabreg keunggulan adenium dibanding anthurium kecuali gorengan harganya.
    Don’t worry my friends, adenium will never be like anthurium.
    Kalau adenium sudah tidak wajar jangan beli….kan beres.

    Hidup adenium

    Hartono

  2. Sebenarnya hal tsb tergantung dari perilaku pasar, termasuk kita2 ini yang berperan besar.
    Harga akan naik, jelas YA, apalagi kalau kita tergantung terus kepada Thailand. Karena saat ini pasar dalam negeri disana lagi gila kontes2 adenium yang sudah sekian tahun meredup pamornya.
    Bisakah harga adenium digoreng seperti anthurium? NO WAY!!
    Pasar adenium cukup lama terbentuk, sudah melalui pasang surut. Harga beberapa hybrid yang populer akan terkatrol naik lebih karena harga dari Thailand dan kurs dolar, bukan karena situasi dalam negeri.
    Khusus tanaman2 klas kontes selalu tidak bisa disamakan dengan harga2 umum, punya keunikan sendiri.

    Siapakah yang paling beruntung dalam situasi ini?
    HANYA beberapa petani dan penyemai biji adenium yang masih bertahan dan konsen pada arabicum dan TS, saya berani bertaruh orang2 ini akan segera kaya dalam waktu dekat. di Jatim, dari sekian ribu petani adenium, hanya beberapa orang yang akan menerima berkah ketelatenannya.
    Saya sebagai importir yang sangat tergantung dari Thailand sudah menyerah dengan harga2 disana sekarang, bisa beli tidak akan bisa jual.

    Adenium is adenium.
    Seabreg keunggulan adenium dibanding anthurium kecuali gorengan harganya.
    Don’t worry my friends, adenium will never be like anthurium.
    Kalau adenium sudah tidak wajar jangan beli….kan beres.

    Hidup adenium

    Hartono

  3. konon katanya yg bisa goreng-menggoreng harga itu ya pemain2 kawakan yg sekelas kayak sampeyan itu lho pak… kalok kayak saya yg masih culun tur cuman punya beberapa pohon katrok apa ya bisa ikutan menggoreng… paling juga akhirnya si bonggol digoreng beneran… kikikikik

    hidup harga….. lho hehehehe….
    hand,-

  4. Mas Wildan dan rekans,

    sekedar copy paste tulisan teman di wordpress, sourcenya ini http://iwang.wordpress.com/2007/09/10/adakah-%e2%80%9cpermainan%e2%80%9d-untuk-mendongkrak-harga-dalam-trend-tanaman-hias/ . Dulu kawan pjka – jakarta – jogja. Dia alumni pertanian, kerja sekitaran menteng, gedung artha graha kalau ndak salah.

    salam,

    tomo

    Adakah “permainan” untuk mendongkrak harga dalam trend tanaman hias?

    Menggilanya harga tanaman hias yang selagi dalam trend membuat banyak pihak terheran-heran. Lihatlah harga anthurium sampai menyentuh jutaan..!
    Dugaan adanya “permainan” dalam trend tanaman hias pun seakan terus mengelinding menyertai setiap kemunculan trend baru tanaman hias. Para penghobi, penjual tanaman hias dan bahkan pengamat tak lagi berbisik-bisik, tetapi telah terang-terangan bicara dugaan permainan trend pada tanaman hias. Tapi kenapa kejadian itu berulang dan tak ada reaksi berlawanan dari pasar tanaman hias?

    Ya, persis teori. Harga yang melangit memang disebabkan permintaan yang tinggi terhadap tanaman hias yang lagi trend. Dan dengan berjalannya waktu ‘harga jual’ tanaman hias ini akan terus menurun. Lihat apa yang terjadi pada harga-harga tanaman adenium, ephorbia dan aglaonema. Terus menurun dan menurun.

    Dalam hal meningkatnya permintaan ini jelas peran media masa sangat penting. Padahal kini media dengan fokus pertanian sudah bejibun. Kemunculan “barang baru’ pastilah akan ramai di media. Tak ayal dugaan ‘kongkalingkong’ antara media dan supplier tanaman hias ini muncul. Tak ada jawaban pasti, bisa iya bisa tidak. Tapi ciri media yang perlu diingat sebagai penangkis alami dugaan kongkalikong adalah media tidak akan menayangkan ‘barang basi’…!

    Lantas bagaimana reaksi pasar?
    Pasar jelas terseret arus bila memang ada ‘nilai ekonomi’ dibalik kemunculan tanaman hias baru tersebut. Para penjual menuai keuntungan yang ‘tidak sedikit’, penghobi juga martabatnya terangkat dengan koleksi yang muahaal itu, petani juga untung, dan bisa bikin penonton kagum….
    Jadi menilik rantai ekonomis ini, sampai kapanpun pasar akan ikhlas bahkan berharap agar terus bermunculan ‘barang-barang’ baru.

    Seberapa lama tanaman hias itu mampu nge-trend?
    Ini susyah diprediksi. Tentu saja karena memang tidak ada data dan lebih penting lagi …tanaman hias selalu berkaitan dengan ’emosi’. Namun demikian ada karakteristik yang bisa dipakai sebagai acuan umum, yakni tanaman hias akan bertahan dalam trend relatif lama. Kenapa?
    Karena berbeda dengan barang pabrikan, hasil produksi pertanian tetap berkaitan dengan siklus hidup tanaman. Dus bila minat penghobi sangat besar dan tenggang waktu tanaman relatif lama, bisa dipastikan harga bakal melejit dahulu dan terus menurun seirama turunnya minat dan semakin besarnya tingkat produksi petani/penghobi.

    Lantas bagaimana menyikapi? Enaknya beli apa enggak?
    Ya tergantung ente sendiri lah, mosok tanya orang lain…hehehe..
    Paling tidak ada beberapa sikap akan terbentuk secara alami, atas fenomena tanaman hias.
    Pertama ikutan memburu tanaman hias dan menikmati kepuasan bermartabat, bagi pemilik capital dan punya sangat hobi.
    Kedua menunggu sampai harga turun dulu, bagi peminat tapi eman-eman duit.
    Ketiga terus menunggu sampai jadi harga pasaran(semakin murah), bagi peminat yang modal cekak tapi ber alasan ilmu ekonomi hihihhaha…(rak sah tersinggung, iki contone aku dhewe…)
    Keempat, tetap jadi penonton.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.
Entries and comments feeds.

%d bloggers like this: