THAISOCOTRANUM GOLDEN CROWN

October 20, 2008 at 11:14 pm | Posted in Artikel | Leave a comment
Tags:

THAISOCOTRANUM GOLDEN CROWN
Bpk. Hartono

Ditengah melemahnya frekuensi kontes adenium di Indonesia, hal sebaliknya justru melanda Thailand. Saat ini mereka sedang tergila-gila mengadakan kontes adenium skala lokal sampai nasional.

Diantara berbagai jenis adenium yang ada, Thaisocotranum menjadi buruan utama penggemar adenium disana, dan Golden Crown merupakan primadona karena kelangkaan dan keindahan karakternya.

Banyak perdebatan mengenai Golden Crown ( GC ) di Indonesia, setiap importir mengklaim GC mereka asli, ada yang memang beritikad memalsukan maupun mereka sendiri menjadi korban dari eksportir Thailand yang memanfaatkan kepopuleran GC dan minimnya pengetahuan importir maupun penggemar adenium di Indonesia.

Ada baiknya dimengerti bahwa orang Thailand sendiripun mempunyai 2 pendapat berbeda mengenai GC.  Beberapa nursery besar di Thailand menganggap Thaisocotranum jenis Kao Hin Zon adalah cikal bakal GC.

Melalui wawancara yang dilakukan via email, salah satu nurseri berpendapat hasil semaian biji dari mother plant Kao Hin Zon akan menghasilkan 2 karakter keturunan yang berbeda.

Bila pertumbuhan cabang mengarah 45 derajat keturunan akan disebut menjadi Diamond Crown, sedangkan yang cabangnya mempunyai kecenderungan tumbuh horisontal tetap disebut Kao Hin Zon ( Golden Crown ).

Hal ini jelas ditentang keras oleh kelompok lain yang mengklaim memiliki mother plant Golden Crown yang diyakini BERBEDA dengan Kao Hin Zon. Untuk membedakan produk GC mereka dengan nursery lain, setiap seedling yang dikeluarkan akan mendapatkan sertifikat dan nomer registrasi yang merupakan bukti GC yang dikeluarkan dijamin asli dan benar-benar keturunan langsung dari mother plant GC.

Permintaan yang melimpah tidak sepadan dengan seedling yang mampu dilempar kepasar membuat nurseri tersebut memberlakukan pembatasan maksimal 2 seedling untuk satu pembeli.

Dalam waktu tiga bulan, mereka hanya mampu melempar sekitar 100 – 300 seedling GC ke pasar, tidak mengherankan bila harga GC berlipat-lipat ditangan kedua dan selanjutnya.

GC berumur 1 tahun dengan diameter batang 2,5 – 5cm, bentang caudex 15 cm bernilai setara 3,5 juta rupiah. GC berumur 1,5 tahun dengan diameter batang 5 – 10 cm, bentang caudex 20 cm dihargai 5 – 7 juta rupiah.

GC contest form ukuran besar bandrol harga mencapai angka 100 juta rupiah.

GC yang mendapatkan gelar juara di kontes akan menjadi incaran kolektor besar, otomatis harga bisa berlipat tanpa ada patokan harga resmi.

Di pasar Indonesia juga beredar 2 macam harga GC, ada yang menjual satu seedling kecil ( diameter 3 – 5 cm ) dengan kisaran harga 400 – 750 ribu, sedangkan penjual yang lain mematok harga jutaan rupiah dengan ukuran yang sama.

Manakah harga GC yang benar? Sulit dicari jawabannya, karena setiap pihak mempunyai argumentasi masing-masing. Sebagai calon pembeli sebaiknya benar-benar menimbang dan mempelajari dulu sebelum menyesal dikemudian hari.

Tulisan ini dibuat untuk bahan diskusi dan mengajak calon pembeli lebih berhati-hati tanpa ada maksud mendiskreditkan pihak manapun.

 

Hartono

Leave a Comment »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.
Entries and comments feeds.

%d bloggers like this: