Teori Pertumbuhan Tanaman – bagian I

October 15, 2008 at 9:12 am | Posted in Artikel | Leave a comment
Tags:

Teori Pertumbuhan Tanaman – bagian I
Ganggeng Kanyoet

Mitra tani adenium yang terhormat, 
Dalam arti sempit (yang paling mudah dimengerti), pertumbuhan = peningkatan ukuran (pembesaran sel) dan peningkatan jumlah (pembelahan sel). Pembesaran sel terjadi karena ada AIR (plus partikel terlatut di dalamnya) mengalir masuk mengisi rongga sel (mirip membesarnya balon yang diisi air. Perlu diingat juga bahwa rongga sel seperti kata yang pernah liat, menempati lebih dari 90 % volume sel secara keseluruhan).

Supaya terisi air maka, pertama harus ada air yang mengisi (tulisan Mr. Cecung sering saya liat mengingatkan pentingnya air bagi adenium). Kedua, agar terisi se-banyak2nya maka dinding rongga sel (atau dinding sel secara keseluruhan) harus ELASTIS. Ketiga, dinding punya daya tahan yang kuat menahan tekanan air, kaluk mau tidak pecah.

Bagaimana dengan ARAH melarnya ? Ke segala arah atau arah tertentu saja (ini yang penting bagi pecinta adenium) ? Tergantung sifat internal wadah (dinding sel). Bila kerangka dasar wadah seperti bola voli atau bola sepak yang punya elastisitas merata, maka melarnya boleh dibilang rata ke segala arah – hasilnya bentuk bulat membola. Kaluk kerangka dasar wadah seperti karet ‘pentil’, karet ban dalem, atau bola rugbi yang elastisitasnya lebih ke arah sumbu panjang, maka melarnya akan lari kearah memanjang. Kaluk seperti karet KB ? Silaken dicoba sendiri …. Ho ho ho ho.

Berita buruk bagi mitra tani, ‘rajutan bahan’ dinding sel membuat elastisitas ybs lebih ke arah memanjang dibanding melebar (kesamping). Catatan : berapa besar perbandingan proporsi arah melarnya ditentukan faktor genetik – obesum punyak nilai proporsi panjang/lebar lebih besar dibanding arabicum. Dulu ada rekan dengan smart melukisken sel tanaman seperti selang ‘vacum cleaner’. Bangun cincin2 melingkar pada selang tsb di samping memudahkan melar memanjang juga memperkuat selang saat harus melar ke samping (misal karena ujung selang buntu)
 
Tuhan maha besar mitra tani (seperti kata Mr. Sutan), untuk mencegah image ‘kutilang darat’ – kurus tinggi langsing dada rata, tanaman diberi karunia, bahwa ‘daya tahan’ melar kesamping lebih besar dibanding arah memanjang dan lebih berumur panjang. Dus meski pemanjangan lebih mudah dan lebih dulu terjadi, pada akhirnya ia akan berhenti duluan (definite) dibanding proses pemelaran kesamping. Ini dapat terjadi karena ada tambahan tumpukan materi pada dinding sel – dalam rangka penguatan supaya tidak pecah.

Dalam gambaran utuh tanaman, penguatan tsb di atas ditimbulkan oleh tambahan materi kambium (cambial tissue) atau lignin di batang pohon. Boleh dikata pemelaran kesamping adalah sepanjang umur tanaman. Sementara pemanjangan akan berhenti pada ukuran tertentu untuk kemudian disambung lagi dengan kemunculan sel2 baru di atasnya. (Sel baru ini akan tumbuh dan berkembang dengan pola yang sama). Demikian gambaran pertumbuhan tanaman secara mudahnya – dan kaluk ditamatken tenan, bangun pohon itu seperti antena radio transistor jaman dulu
Catatan : kaluk ada yang tanya: mengapa bagian bawah sel (basal) yang sedang tumbuh memanjang bisa lebih besar dibanding bagian atas (apical). Saya ndak bisa njelasken dengan mudah, karena menyangkut hidrolika air (khususnya perbedaan potensi) yang musti dijabarken pakek persamaan matematika. 

Benang merah pertumbuhan : harus ada air, bangun sel lebih mengarah melar memanjang, long live melar kesamping, harus ada tambahan materi untuk memperkuat dan menambah daya pelebaran kesamping. Dari tulisan yang kemarin, tambahan materi organ sel berasal dari asimilasi proses fotosintesa.
Oleh sebab daripada itu kaluk mangsudnya : TEKNIK DWARF adalah adalah teknik membuat adenium ( arabicum kususnya ) tumbuh lebih cepat besar caudexnya ( wong bodho = kesamping ), tetapi tidak terlalu tinggi sebagaimana bentuk alamiahnya….
Maka yang harus dipikirken para insinyur adalah : ‘bagaimana mengurangi pemelaran memanjang (supaya tidak terlalu nampak tinggi) TANPA MENGHAMBAT FOTOSINTESA (kita butuh hasil asimilasi buat nyusun materi2 baru untuk pemelaran kesamping)’.

Meski mitra tani belum capek mbacanya, tapi berhubung saya ada tamu, maka tinjauan teknik dwarf dengan pruning akan dilanjutken lagi nanti … tunggu biar dia lewat dulu

Ganggeng Kanyoet
Ada iklan sabun life bouy diperliatken anak kecil belajar naik sepeda. akhirnya memang bisa tapi harus jatuh2 dulu berulang kali dan memperbaiki tekniknya …. karena ndak tahu teori naik sepeda sih ..

Leave a Comment »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.
Entries and comments feeds.

%d bloggers like this: