Teori Pertumbuhan Tanaman – bagian 2

October 15, 2008 at 9:18 am | Posted in Artikel | 7 Comments
Tags:

Teori Pertumbuhan Tanaman – bagian 2
Ganggeng Kanyoet

Mitra tani adenium yang bahagia :
TEKNIK DWARF adalah adalah teknik membuat adenium ( arabicum kususnya ) tumbuh lebih cepat besar caudexnya ( wong bodho = kesamping ), tetapi tidak terlalu tinggi sebagaimana bentuk alamiahnya.
Seperti tulisan terdahulu, yang harus dipikirken para insinyur adalah : ‘bagaimana praktek MENGHAMBAT pertumbuhan memanjang (biar tidak terlalu nampak tinggi) TANPA MENGHAMBAT FOTOSINTESA (kita butuh hasil asimilasi buat nyusun materi2 baru penambah volume pemelaran kesamping)’.

Stop press : tambahan lagi kaluk kita mau memahami dikit apa to sebenare caudex, apa fungsinya bagi tanaman pachycaul macam adenium ? Caudex = salah satu jenis wujud ‘jaringan sukulen ’ yang berfungsi sebagai sarana ‘survival kit’, yang dalam hal ini menyimpan air (plus cadangan makanan). Catatan : sukulen berasal dari bahasa latin ‘succos’ yang artinya ‘juice’. Dus makin jelas pentingnya ‘Full Fotosintesa’ seharusnya ada di teknik dwarf.

Tanaman yang rajin dipruning daun akan terhambat pertumbuhan tingginya, tetapi caudex tetap melebar.
Betul sekali !! Tapi apakah tidak ada teknik SELAIN pruning, kaluk mangsudnya bukan mengkerdilkan ? Seandainya pertumbuhan memanjang dapat dihambat TANPA HARUS MENGORBANKAN daun, PASTI lebih dahsyat lagi, pertumbuhan ‘caudex’ akan lebih melebar lagi, volumenya tambah besar lagi. Mau bukti empiris ? Ada di bawah ini.

A. Tanaman yang rajin dipruning daun akan terhambat pertumbuhan tingginya, tetapi caudex tetap melebar.
B. Sedangkan tanaman yang tidak pernah dipruning menunjukkan pertumbuhan caudex yang sama besar dibarengi cabang yang tumbuh besar dan menjulang keatas dengan cepat sekali!!
Pakai matematika dikit untuk menghemat tulisan. Caudex perlakuan A sama besar dengan caudex perlakuan B, dus artine volume caudex A (Ca) = caudex B (Cb). Cabang adenium perlakuan A terhambat dibanding cabang perlakuan B yang tumbuh besar dan menjulang. Dus artine volume cabang A (Ba) lebih kecil dari volume cabang B (Bb).
Kesimpulan : volume total Ca + Ba LEBIH KECIL dibanding Cb + Bb.
Mengapa begitu ? Karena tambahan materi hasil asimilasi di perlakuan A lebih kecil dibanding tambahan materi hasil asmilasi di perlakuan B. Kok bisa ? Karena DAUN (sebagai aparat fotosintesa) di A  lebih sedikit dibanding daun di perlakuan B. 

Teknik DWARF membutuhkan media yang sangat subur dan tambahan pupuk yang intensif dan rutin. Otomatis hasilnya tidak akan sama dengan teknik pengerdilan / bonsai.
Delapan tahun lalu, saya pernah dimarahi Mr. Budi mahaguru bonsai juragane SGPC di kampus. Hus … sapa bilang bonsai tidak dipupuk ? Tetep dipupuk tapi sesuaiken dengan daunnya dong. Meski over dosis juga ndak bahaya, ning itu namanya pemborosan karena ndak ada manfangatnya, lha wong daunnya cumak dikit – kecil lagi, begitu kata beliau saat itu.

Benang merah : akan seberapa besar lagi pertumbuhan caudex bila asimilasinya dari DAUN UTUH (non pruning) sementara pertumbuhan memanjangnya TETAP dapat dihambat ?
Apa bisa menghambat pertumbuhan memanjang tanpa pruning ? Teorine ADA dan BISA, prakteknya juga ADA dan BISA. Kita lanjutken di bagian 3 nanti, supaya ndak kepanjangan tulisan.

Ganggeng Kanyoet
Bukankah untuk dapat ‘kembali ke jalan yang benar’ ujiannya adalah kesabaran ?.

7 Comments »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

  1. Monggo dilanjut Mbah GK, sekalian nambah pertanyaan nih…….

    Kaluk mbaca tulisan2 Mbah GK nyang kemaren2, jelas mangsute kaluk Mbah GK menganggap teknik DWARF tidak masuk akal dari segi teori karena harus mengorbankan daun dengan sering pruning.
    Dilanjutkan tulisan hari ini, terlihat jelas pokok masalah sudah bergeser. Sekarang yang Mbah persoalken mengapa harus dengan cara mruning daun!! Tanpa pruning daun akan lebih jozz hasilnya.
    Lha kaluk Mbah punya cara atau teknik lebih JOZZ / lebih BAEK dari yang sudah ada, mbok ya-o dari awal2 kemarin di jelenterehkan kepada semua member disini.
    ” TEMAN2 INI LHO CARANE BIKIN DWARF LEBIH JOZZ, TEORINYA BEGINI ( A, B, C dst ), HASILNYA BEGINI2, BUKTINYA INI LHO ( sambil nunjukken foto2 dan bukti dari percobaan Mbah GK ).
    Selanjutnya biar nyang laen milih mau makek cara yang mana yang disukai.

    Tentunya seluruh pembaca akan sangat berterima kasih dan semangkin hormat kepada panjenengan. Kenapa sih harus makek cara sindir sana sindir sini, membesarkan masalah yang bisa dibuat sederhana, memancing polemik panas dengan topik yang bergeser terus.
    Mosok sampek jumlah kata saja harus hemat2an dan di matematika-kan di forum sini, mana ada yang mempermasalahken urusan2 gitu di forum ini kecuali Mbah GK dewek-an??

    Conto laen : saya menjelaskan perbedaan media dan perlakuan yang diberiken untuk Teknik Dwarf dibandingkan dengan bonsai.
    MASALAH UTAMA : Teknik Dwarf jelas2 membutuhkan wadah tanam yang jauh lebih besar dari ukuran tanaman, jenis media minta yg super subur, pemupukan intensif dan rutin.
    Sedangken teknik bonsai jelas2 membatasi wadah tanam, media tanam memakai banyak pasir + sebagian kecil media lain, memang benar pemupukan kadang masih diperlukan, tetapi jumlahnya sangat minim dibandingkan pada teknik dwarf!! Lha apa jadinya bonsai diperlakukan sama dengan membuat dwarf??
    BIAS MASALAH : Delapan tahun lalu, saya pernah dimarahi Mr. Budi mahaguru bonsai juragane SGPC di kampus. Hus … sapa bilang bonsai tidak dipupuk ? Tetep dipupuk tapi sesuaiken dengan daunnya dong.
    Lha sebenarnya siapa to Mbah Mr. Budi itu??? Mangsut saya SIAPA sih yang nanyak??? , guyooon lho Mbah biar ndak kenceng2 ototnya.
    MASALAH BARU : Meski over dosis juga ndak bahaya, ning itu namanya pemborosan karena ndak ada manfangatnya, lha wong daunnya cumak dikit – kecil lagi, begitu kata beliau saat itu. Yang bener aja…. mosok gitu sih Mbah??? Pupuk apa dulu yang over dosis ndak masalah, apa over dosis semua jenis pupuk bener2 ndak masalah?? Ato karena yang bicara adalah seorang MAHAGURU sekaligus JURAGAN, sehingga semua perkataannya bisa ditelan mentah?? Mustinya kalimat2 semacem itu yang seharusnya Mbah GK betulken / kritisi.
    Ato kalo yg ngomong wong bodho harus salah / digolek-i salahe??

    BENANG MERAH : akan seberapa besar lagi pertumbuhan caudex bila asimilasinya dari DAUN UTUH (non pruning) ….dst. Monggo dengan sangat hormat mohon dijelentrehkan ilmu yang lebih efektif, lebih ekonomis, lebih praktis, dengan hasil lebih mak nyuuuuzz, tentu saya dan teman2 semua sangat senang dan nyubak caranya Mbah GK, kaluk memang hasilnya sesuai dengan teorinya dan lebih bagus dari teori yang sudah ada, tentunya semua akan lebih seneng lagi… HAPPY ENDING.

    Banyak anggota forum ini tidak kenal secara langsung satu sama lain, juga dengan Mbah GK. Tetapi dari isi / bobot tulisan disertai teori2, sering diakhiri kata2 bijak, rasanya wong bodhopun tahu bahwa Mbah GK bukan sembarangan orang, mempunyai bekal ilmu menjulang tinggi.
    Patut dan layak menjadi pembimbing, guru, dan dihormati diforum ini, kenapa gaya tulisan Mbah GK selalu menyalahkan, menyindir & memancing polemik berkepanjangan dengan banyak pihak?
    Ato barangkali inilah hobi asli dari Mbah GK? Kalo semua orang terbakar merupakan kepuasan batin, ato mau nunjukken “kamu2 semua wong bodho kabeh, ini lho Mbah GK sing mesti BENER”, muga2 cuma prasangka buruk saya.

    Akhir kata : Bukankah untuk dapat ‘kembali ke jalan yang benar’ ujiannya adalah kesabaran ?.
    BERLAKU KE SEMUA ORANG, KECUALI YANG MBIKIN , sabar nggih Mbah mungsuh
    wong mendho……

    Salam hormat

    Hartono

  2. Nyengir dulu ach… dari pada ntar tulisannya yg gak berbobot dicengirin….

    sejak mengenal Adenium beberapa saat yg lalu, saya jadi hobi prunning… selalu prunning abis, dan menyisakan yang perlu aja…
    saya rasa pecinta adenium yg mempraktekan prunning daun pada Arabicum n TS akan setuju kalo batang yg sering diprunning daun akan keliatan lebih indah karena ruas antar pangkal daun menjadi kecil kecil /pendek daripada yg ndak.

    Pada Obesum, batang & cabang yang di prunning secara berkala dan beraturan akan kelihatan lebih indah daripada dibiarkan tumbuh alami…

    gak tahu kalo Mbah GK punya tekhnik baru untuk m’buat Dwarft pada Arabicum yg tanpa harus memakai prunning.. asalkan jangan pernah memakai zat penghambat tumbuh ato sejenisnya yg katanya berbahaya bagi kesehatan tubuh manusia…

    salam,

    fendi

    __._,_.___

  3. Mgkn contohnya kayak saya ini ya Wak Pendik??kena zat penghambat
    tumbuh..jd nya ya ndak bs tumbuh lg..hiks:(

  4. PERINGATAN : DILARANG NYENGIR SEMBARANGAN
    ( Bisa menimbulkan berbagai macam tafsir nyengir )

    Yang penting Pak Fendi sudah nyobak dewek, dan suka hasilnya.
    Yang penting bukan cumak katane & jarene, tapi sudah mbuktik-ne.
    Yang penting ngerti teorinya.
    Yang penting mau mraktekken.
    Yang penting teori bisa cocok sama prakteknya.
    Yang terpenting : Ndak cuman teori.
    Yang lebih penting : PEACE

    Salam

    Hartono

  5. Pls ….dibaca ulang maksud dan tujuan teknik dawrf.

    Pruning kaluk untuk alasan keindahan atau alasan lain di luar yang disebut dalam teknik dwarf silakan dikarang-karang sendiri…… ho ho ho

    Tapi kaluk untuk teknik drawf seperti disebut, kok ada yang janggal dari pattorn umum.

    Belum lagi kaluk ada cerita ‘pruning’ bahaya untuk ‘akar’, pasti ada yang ngeyel selama dua tahun ini aman2 saja …. ho ho ho.

    Mr. Fendi, sekarang kuda dah ndak makan besi lagi lho ! Mereka ada kemajuan dah mulai makan bensin – supaya bisa lari lebih cepet – katane

    memakai zat penghambat tumbuh ato sejenisnya yg katanya berbahaya bagi kesehatan tubuh manusia…
    Suhu Fendi dah kena pengaruh ya ? Jangan kuatir meski bikinan pabrik – semua hormon tanaman adalah ORGANIK. Katanya yang organik itu aman2 saja kan ? (cubak bisa ketangkep ndak model klise ginian)

    Sejauh ndak bisa dijelasken atau menjelasken dengan nalarl, bagi saya itu urusan goib. Yang goib tentu saja saya harus larinya ke dukun….. ho ho ho.

    Ganggeng Kanyoet

    Bagimana dengan silangan barunya ?

  6. Pak GK, kami para murid duduk bersimpuh menunggu pencerahan suhu,

    Salam,
    A. Hafidz – Jakarta

  7. Sepertinya tulisan ini agak terlambat(mslhnyA ngak pernah buka internet).menyoal pandangan tentang DWARF dari mbah jauh melen ceng.Adenium Dwarf merupakan tampilan dari adenium dalam ukuran pendek dengan jumlah percabangan yg banyak dan yg pasti harus memperhatikan juga caudex yg porposi.Jadi dwarf tdk hanya membesarkan caudex(bisa-2 adenium lucu namanya).Untuk dwarf jelas-2 adenium yang tertraining.perlu diperhatikan kolom kesan pertama dan ukuran dlm kolom penjurian.mulai th 2003 blm pernah saya mempruning untuk memunculkan cabang seperti yang saya perlakukan dibeberapa adenium yg telah menjadi juara nasional.Untuk menjadikan Dwarf bukan pruning tapi cutting.kalau pakai tenik pruning saya yakin tdk ada karyawan yang sangup menjalaninya dikebun saya(ada 1000 an adenium arabicum dwarf dlm pot osin 35cm-50cm dan 1000 an dlm pot plastik 25cm-30cm), Perlakuan adenium dengan bonsai sama kok.Pupuk harus disesuaikan dengan kebutuhan dari tanaman.malah kalau pupuk pada adenium dwarf kurang akibatnya dik ADE sangat merana dan bisa mati.kalau mau lihat koleksi kita datang aja di Grand Prix adenium ke 3 di surabaya. Apa yg disampaikan Mr.Hartono sangat-sangat bener.Akhir 2006 istilah dwarf mulai muncul(di thai blm, mereka menyebutnya arabicum multi branch termasuk Boy/pemilik siamadenium).Untuk lbh detilnya bisa call di 08123423083.Maaf kalau tulisan ini salah karna saya pemula diadenium


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.
Entries and comments feeds.

%d bloggers like this: