Membentuk Dwarf Arabicum

December 10, 2007 at 9:02 am | Posted in Tips & Trick | 2 Comments

Tetra Suryohadi omtet2000@yahoo.comMas , Mbak, Om Tante,Walah ini ketiban sampur dari pak Hartono ( ilmu lempar batu sembunyi tangan..hahahahah ) padahal beliaulah kalau boleh di bilang Master bin Suhu Arabicum di Jatim. Lha wong koleksinya sudah bukan menjadi rahasia umum lagi, Mantab-mantab dan jawara-jawara.

Membentuk Dwarf ( kita bicara untuk arabicum ) ada beberapa tips, ini saya dapatkan dari beebrapa nara sumber baik p Hartono sendiri, Mr. Charant  ataupun Mr. Choo.

1. Biasanya yang baik di bentuk Dwarf adalah arabicum dari jenis PNW alias Petch Na Wang  ( kalo gak salah artinya Mutiara/berlian/ yang di pajang di depan istana-koreksi kalo salah )  karena jenis ini sangat mudah untuk mengeluarkan cabang dan pertumbuhannya cepat.

2. Pilih bibitan yang bagus ( banyak cabang dan balance, sehat , bentuk akar yang bagus ).

    Membuat Dwarf sebaiknya dimulai dari sejak masih bibitan .

3. Bersihkan akar dari media tanam lama . Angin anginkan . Kalau perlu gantung beberapa hari agar akar mudah di tata. Potong akar yang tidak perlu, bongkar akar yang biasanya saling silang, dan membelit.

4. Siapkan media tanam dengan komposisi sesuai dengan iklim daerah masing-masing .

5. Siapkan POT bentuk melebar tp yg tidak terlalu dalam.

6. Masukkan potongan sterofoam/choco chunk/pecahan genting , kemudian media tanam sampai 2/3 tinggi pot.

Taburkan pupuk slow released seimbang merata kepermukaan. Letakan bibitan diatas media dengan mengatur tata letak tanaman dan akar. Dalam penanaman/repotting ini usahakan akar di buka atau dibentangkan melebar , kecuali akar pokok yang memang biasanya masuk kedalam.

7. Urug kembali dengan media tanam sampai batasan bibir pot.

8. Rutin melakukan prunning daun untuk mencegah cabang / batang memanjang, sisakan 1-2 daun paling atas dan secara rutin pupuk dengan kandungan P & K tinggi.

Dengan kesabaran,ketelatenan maka akan di dapatkan suatu Arabicum yang diidamkan yaitu DWARF.

Point no 6 adalah yang terpenting, dengan di buka/bentang akar maka tanaman akan menyerap tanaman dengan seimbang , akar akan terbuka , caudex/bonggol melebar dan kecepatan pertumbuhan biasanya 2 kali lebih cepat daripada yang tidak di bentang.

Perbandingan antara yang dibentang dengan yang tidak setelah 3 bulan biasanya 1 1/2 atau 2 kalinya.

Apabila ada yang kurang mohon dikoreksi dan selamat mencoba.

Happy Repotting !!!!

Om T

Fendi Salim <fsliem@yahoo.com>
Oom Tet emang Hebring oey soal Arabicum…

Kalo saya mah cukup pake baskom ukuran 40cm ato 50cm yg dibolongi pantatnya, mumer…

Trus ada sedikit tambahan… saya sirami cuma bagian pinggiran pot aja, komposisi isi dalam pot sbb:

1.  Dasar pot pake streoform yg dipotong kubus (jangan di potes pake tangan), tujuan pemakaian streoform sudah umum diketahui, agar lubang didasar pot tidak tertutup media sehingga air yang kelebihan bisa langsung turun dan tidak menggenang dalam pot.

2.  Isi dengan sekam bakar 1/4 bagian, ini karena saya memakai pupuk kandang sapi yng kalo disiram akan turun kebawah. Jadi kalo dasar pot hanya sekam bakar, lama kelamaan akan tercampur dengan PK juga.

3.  Tambahkan 1/4  bagian campuran sekam bakar dan PK (3:2). Lalu taburi pupuk slow release kalo ada (saya jarang pake… :D)

4.  Tanam pohon seperti yg dijelaskan Oom Tet, yaitu dengan akar akar yg telah di rapikan dan dibentangkan.

5.  Tutup dengan campuran sekam bakar dan PK (3:2).

6.  Tambahkan pupuk slow release lagi secukupnya, lalu lapisan teratas adalah PK Sapi murni, (saya tidak pernah coba PK Kambing)

7.  Tutupi media dengan pasir Malang kalo mau, ini dimaksudkan agar media tidak berantakan dan keluar saat penyiraman ato kena hujan.

nb: PKSapi yang saya pake adalah PKSapi matang hasil bokasi. Kalo pake PKSapi yang masih dalam bentuk eek… tar dulu deh…

Pemberian pupuk tambahan seperti NPK dsb bisa dilakukan seminggu sekali.

Begitulah cara perlakuan yang saya terapkan pada Arabicumku, cuma saya terus terang malas dalam melakukan pruning daun. Right-click here to download pictures. To help protect your privacy, Outlook prevented automatic download of this picture from the Internet.

Bagi yg pengen liat langsung wellcome main ke pertapaan di Sunter…

Salam,

fendi, Sunter

Bambang Djatmiko <djatmiko@e-kgs.com>
Om Tet, Oom Fendy dan Oom suhu lainnya.
Saya tertarik pada point No. 22. Pilih bibitan yang bagus ( banyak cabang dan balance, sehat , bentuk akar yang bagus ).
Membuat Dwarf sebaiknya dimulai dari sejak masih bibitan .
 Pertanyaan saya :Bibitan yang bagus itu umur berapa? Kebetulan saya ada beli 5 pot bibitan murah meriah. Berhubung saya kurang tau cara memilih bibitan, maka bibitan yg saya pilih yah,, yang menurut saya baik lahh..Untuk menyemai sendiripun saya juga sangat jauh ilmunya dibanding petani2 di bilangan ciledug.Apakah bibitan terlampir cukup bagus untuk dibuat dwarf? Atas pencerahannya saya ucapkan terima kasih 

Bambang Djatmiko
tetra suryohadi omtet2000@yahoo.com

Mas Mbang. Bakalan yang bagus, lemu ginuk ginuk ( wak Cho = Muscle ). Tinggal angkat dan akar dibentang saja biar caudex cepat mblebex..

Salam
Om T

2 Comments »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

  1. Bapak,Om, Mas Fendy yang sudah berpengalaman/ahli dalam dwarf Arabicum.
    Pertanyaan saya sbb:
    1. Semua bibit arabicum yang saya tanam dari biji (Jan-07), banyak yang dalam pertumbuhannya tidak seperti yang saya harapkan. Sampai hari ini diameter batangnya cuma 1,5 – 2cm seperti bantat/kuntet, nah …ini karena saya masih pemula yang nol bujel, jadi nggak tahu gimana dan harus mulai dari mana merawat, membuat, membentuk, mengarahkan, dst hingga si bibit ini bisa pulih pertumbuhannya dan menjadi bibit yang bagus untuk dijadikan dwarf.
    Penempatan bayi adenium setelah 8 lembar daun lgs full matahari tanpa ada penutup diatasnya, hujan ya kehujanan, panas ya kepanasan, kalo pas ada kucing yg lagi “gandik” ya ke pancal-pancal he..he. Penyiraman sehari dua kali, dan pemupukan semula sesuai dosis tertera di label, tapi setelah diberitahu oleh yang berpengalaman, gunakan setengah dosis di label dan di pupuk seminggu dua kali, hasilnya tetap seperti ‘potlot’ berdaun.
    2.Masih nol bujel juga pada tulisan Bp. Tet dibawah angka 6 perihal pemberian pupuk slow released pada media lalu letakkan bibitan diatasnya, maksudnya akar akan langsung bersinggungan dengan pupuk yang dimaksud..?, nggak apa-apa ya?. Pupuk tersebut komposisi NPKnya berapa Pak?.
    3. Masih masalah pemupukan tentunya kan nggak cuman diberi pupuk lalu disiram terus dia akan tumbuh dengan baik, maksud saya apakah kalau si bayi adenium usianya sekian dosisnya sekian, tambah usia dosisnya dan komposisnya berbeda juga. Yang seperti ini saya belum ngerti betul Pak… .
    4. Masalah pemotongan akar yang tidak beraturan, di luar akar utama, kemudian akar diupayakan agar dalam posisi terbentang, mungkin seperti arahnya mata angin ya?. Pertanyaan saya setelah akar utama (bukan yang masuk ke dalam) kan masih ada anak akar dan cucu akar, mana yang harus dibuang dan mana yang tetap dipertahankan dan kalau sudah terluka akibat pembuangan akar dengan pisau atau gunting boleh langsung ditanam?
    Mohon maaf lho Pak, om kalau saya nanya seperti ini, karena memang masih nol bujel, dan saya mengucapkan terima kasih atas perkenan Bapak, Om, Mas untuk pencerahannya.

  2. Sy br tertarik ama adenium, n skrng udg pnya 3, ttp gak tahu nama ketigax.yg pngin sy tnyakn adalah gmna carax bila adenium itu udah brbnga n kpingn bungax tetap segar apa tetap di terik mthri atau di pndah ke tmpt yg sjuk?


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.
Entries and comments feeds.

%d bloggers like this: