Mitos 1: Banyu Leri & Grafting di Musim Hujan

November 29, 2007 at 5:46 pm | Posted in Mitos2 dalam Berkebun | 2 Comments

Mitos 1: Banyu Leri & Grafting di Musim Hujan (1)

Sutan [polyhos241@gmail.com]

Wah Compost Tea apalagi tuh Wak And??compost daun teh?..jd tertarik jg nih..hehe..

Wassallam 
SMRN 

Dodi Andreas [dody.andreas@yutaka.co.id]

sharing aja, 10 tahun yg lalu aku sering ngasih air teh manis + ampasnya sisa minum teh semalam ke baby adenium. pertumbuhannya jauh lebih cepat ketimbang saudaranya.

 

salam

&

 Tharie Wie [althari_td@yahoo.com]

Pertumbuhan sel tanaman lebih ke arah memanjang (vertikal). Bayangkan kalau porsi vertikal dan lateral sama besar. Seberapa besar diamater pohon talok yang ada dikebun omah ijo jadinya ?.
Belum lagi bila kita ingat pertumbuhan tanaman adalah pertumbuhan sel yang sambung menyambung. Sel yang satu tumbuh memanjang sampai batas tertentu berhenti, dilanjut pertumbuhan lateral, dan pertumbuhan memanjang generasi sel berikut di atasnya  (SAM), demikian seterusnya. Di tanaman ada pertambahan sel.  

Beda dengan manusia atau binatang, sel tumbuh secara bersama secara proporsional dari bayi sampai mati.. Sel tangan sejak bayi tidak ganti-ganti, yang itu-itu saja, hanya bertambah ukuran dimensinya. Tidak ada pertambahan sel, kecuali sel darah, atau penggantian bagian yang rusak (itupun terbatas, tangan putus ya sudah) .    

Manusia bisa dibuat kurus-gemuk-kurus lagi. Kalau gemuk, semua ikut gemuk, tangan-kaki-kepala bareng gemuknya. Tanaman tidak begitu. Batang bawah gemuk, tengah bisa kurus, atas gemuk lagi, tergantung kondisi nutrisi saat pertumbuhan di tempat itu berlangsung. Tanaman yang terlanjur gemuk tidak bisa di treatment ”sedot lemak” agar nampak kurus. Dan sebaliknya yang kurus tidak bisa disuapi gizi tinggi agar gemuk. Yang ada, hanya tindakan koreksi. Potong bagian yang tidak kita kehendaki. Sadis kan ?  

Bicara gemuk pada adenium adalah bicara proporsi pertumbuhan antara dimensi vertikal dan lateral. Mau pilih tinggi langsing, sedang-sedang saja, atau “ndekmu”–pendek lemu ?  

Metode yang tersedia  adalah :     
– Kurangi pupuk : pertumbuhan ke arah atas lambat, sangat kompak, daun kecil, internode rapat      
–   
Pupuk moderate : pertumbuhan ke arah atas sedang, terlihat kompak, daun sedang, jarak internode sedang
     
–    Pupuk berlebih : pertumbuhan ke arah atas cepat, terlihat langsing, daun besar-besar, jarak internode panjang (gejala etiolasi atau ukulensi). 

Pilihan ada di tangan kita masing-masing tentunya. Dan untuk adenium banyak yang pilih dikisaran “pemupukan moderate” plus-minus. Bagaimana aplikasi di lapangan ?     
–  Kurangi konsentrasi pupuk (ppm per liter)     
– 
Batasi penggunaan mineral yang mendorong pertumbuhan memanjang.
    
– 
Tambahkan penggunaan mineral yang menghambat pertumbuhan memanjang
 

Belum lagi kalau dikaitkan dengan jenis media, belum lagi kalau terkait dengan kultur tanaman-menanam kita. Aplikasi pemupukan menjadi sangat beragam. Masih tergantung pula denga fase pertumbuhan tanaman. Untuk seedling tentu beda dengan yang dewasa. 

Tentang tambahan2 molekul ukuran raksasa seperti karbohidrat, vitamin, dll, hemat saya antara manfaat dan ongkosnya kagak nyambung jack……! Supaya jangan berkata  “tidak ada gunanya” ke tanaman secara langsung.
Bukankah tanaman justru seharusnya menghasilkan karbohidrat dan vitamin untuk keperluan kita ? Saya masih melihat subyektivitas saat memakai zat dimaksud. Apa yang secara “in vitro” ada manfaatnya, belum tentu cocok diaplikasikan secara “in vivo”.

Ada rekan lain yang dapat menambahkan ? Mungkin saya ketinggalan kereta…..

Tharie Wie
Jangan grafting sambil berhujan-hujan, barangkali lebih tepat.
Di musim panas, graftingan jangan disiram air sebelum diikat dan dibungkus. 

Siroji F. Basuki [ojir@yahoo.com] 

Saya sempat iseng mengamati beberapa tanaman adenium saya yang mentiung (batang tinggi kurus daun gede² sampe batangnya gak bisa tegak berdiri). 

Setelah beberapa minggu, batang tersebut jadi bisa tegak kembali dengan lokasi batang yang melengkung menjadi lebih gemuk (ditandai dengan kulit pecah-pecah). Apakah ini termasuk reaksi alami tanaman untuk berusaha tumbuh tegak ? 

Untuk mas Tomo :Saya baru grafting waktu musim hujan (tapi gak sambil hujan²). Alhamdulillah kebetulan gak ada yang gagal.Kesimpulan saya, grafting musim hujan gak masalah asal perlakuannya benar. wassalaam  —Ojir— 

2 Comments »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

  1. wak sut,
    compost tea ntu taikam + ama limbah-limbah ikan laut yg masukin ke sarung guling, trus direndem pakai air dalam gentong.
    tambahin em dikit trus ditutup selama 2 minggu.
    airnya ini nantinya buat nyiram-nyiram media tanaman.
    cuma, baunya bau comberan. nuwun sewu dulu sebelum ada pot terbang…

  2. Permisi saya mau tanya… Saya baru mulai menyukai adenium kurang lebih 3-4 bln terakhir. Saya mau tanya gimana cara grafting yg baik dan benar. Soalnya sudah belasan ademium saya protol semua (tinggal bonggol doang) karena gagal grafting. Saya sudah mengikuti semua prosedur yang saya dpt hasil browsing internet. Kenapa kok graftingan saya selalu busuk? Apa ada obat2an tertentu yg diberikan supaya graftingan tidak busuk? setelah batang dipotong, apa langsung di sambung atau didiamkan dahulu?. Terimakasih.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.
Entries and comments feeds.

%d bloggers like this: