Menyilangkan arabicum dan obesum (bag 4)

November 25, 2007 at 1:07 am | Posted in Diskusi | Leave a comment

Janny H.F. Rotinsulu jannyhfr@yahoo.com 

Bu Tharie, postingan kebon di milis sebelah itu de Javu ajahh. hehehehehhehehehe ada yang usil soalnya. 

Waduh jadi overwhelmed nihh….  hehehehehee. ..  

Bu Tharie…. kesempatan nih… biar lebih scientific melakukan HP ada kiat kiat dan aturan yang harus di lakukan gak?Maksudnya biar lebih Disiplin.  

Moral cerita : Jangan pernah berkata tidak.

Ini sudah pasti ….apalagi di kasih gothic 30cm  

SalamJanny
PS: Aku di SMS bang Tomo, putrinya Bu Tharie ulang tahun tapi aku nggak tahu mo SMS ke mana.

Walaupun udah lewat …selamat yaaaa. (Kadonya lagi di grafting ) 

Tharie Wie althari_td@yahoo.com  

Nah …… Saya tidak tahu segi scientific HP itu ada dimana. … suwer deh. Asal bisa diulang dan dilakukan sipapun dapat memberikan hasil sama (CMIIW).   Hemat saya itu hanya mekanisme yang menjamin hanya dan hanya bila polen yang kita maksud benar-benar hanya yang membuahi stigma yang juga kita maksud. Atau stigma yang kita maksud benar-benar hanya dan hanya bila dibuahi polen yang hanya kita maksud. Hah .., jelek amat kalimatnya …. ya ? Dah itu saja.…  hi hi hi. Pasti berlanjut mekanisme nya bagaimana ? Jawabnya simple. Mata harus bisa menjadi saksi, bahwa polen dan stigma yang hanya kita maksud benar-benar bersatu. Proses selanjutnya biar terserah mereka berdua, masak harus ditungguin  ……  

Gambar di bawah adalah peralatan yang saya pakai untuk HP. Dari semua peralatan itu yang terpenting adalah :
1.      Head Lamp, supaya yang diintip jadi terang
2.      Hand loupe perbesaran 10 X, lebih dari cukup memperjelas yang kita intip.
3.      Alkohol untuk membasuh ujung alat polinator diantara HP yang satu ke HP yang lain, agar polen lain yang masih menempel benar-benar tewas. Ingat pembuahan hanya butuh satu polen yang mampu tumbuh membentuk “tabung polen” di stigma  

HP
HP equipment (klik utk perbesar)

Polen calon bunga betina dihilangkan dulu sebelum dibuahi, tutup kantong plastik sesudah dibuahi, untuk menambah keyakinan bahwa memang bijih yang akan terbentuk benar-benar berasal dari stigma dan polen yang dimaksudkan. Tapi langkah terakhir ini sekarang tidak lagi saya lakukan. Dengan pertimbangan, kalau memang adenium demikian mudahnya terjadi pembuahan, entah itu stigma dengan polen pada satu bunga atau dari polen lain yang dibawa angin atau serangga, tentu adenium di kebun sudah pada berbuah. Nyatanya dari sekian ribu bunga (bukan sekian ribu tanaman) belum tentu 3 bulan sekali kita mendapati adenium berbuah sendiri secara alami. Artinya pekerjaan menghilangkan polen ditambah pembungkusan kantong plastik, nilainya tidak lebih dari 1 % dalam menjamin pembuahan yang tidak kita kehendaki (Maunya bastar, malah diperoleh “bastard seed”). Kira-kira bener tidak pernyataan ini ? (CMIIW donk). Tapi kalau mau yakin 100 % , ya lakukan saja, toh tidak ada salahnya, cuman agak capek juga.  

Bagaimana cara biar lebih disiplin ? Buat suatu sasaran tertentu. Kira-kira kita mau apa dengan HP tersebut, sekedar bikin bijih adenium atau mau bikin bunga baru ?. Jangan terlalu sulit dalam menentukan tujuan. Jangan FILO, supaya tidak patah semangat di tengah jalan. HP saya bagi menjadi dua kelompok. 1) Kelompok improvement dan 2) Kelompok unik. Tentukan skala prioritas masing-masing kelompok, buat suatu matrix, pilih yang hendak kita laksanakan. Matrix berisi : 1) ide arah penyilangan, 2) kondisi kompetisi ke arah itu, 3) kemungkinan penerimaan orang/pasar nantinya, 4) Tingkat kesulitan genetik. Mirip analisa SWOT dalam pelajaran analisa investasi.      

Saya yakin, sasaran tertentu membuat kita lebih disiplin dan tertantang. Paling tidak kita ingin membuktikan hipotesa kita. Paling tidak bukan sekedar menjadi rutinitas ceblok sana-ceblok sini yang membosankan. Paling tidak kita jadi rajin mencatat apa yang telah kita lakukan. Tanpa catatan itu, hemat saya HP menjadi tidak ada artinya. 

Waduh …..  maaf bang Janny dan rekans, jadi ngelantur ……….. maaf, maaf.  

Tharie Wie
www.omahijo. com  nya sementara dalam perbaikan 

Bolehlah gothic nanti saya graftingkan, sekalian melunasi hutang grafting yang sama buat bang Zai …  he he he he.
“ Om Janny kalau untuk Gallo kadonya gak mau yang digrafting ,.. gak asyik..!!!” ha..ha..ha..  

the end

Leave a Comment »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.
Entries and comments feeds.

%d bloggers like this: