Menyilangkan arabicum dan obesum (bag 3)

November 7, 2007 at 2:53 am | Posted in Diskusi | Leave a comment

Tharie Wie althari_td@yahoo.com 
Porsi breeding bonggol jadi jatah WP dan BG (saya cukup bunga saja). Besok aku fotoin off-spring nya kalau dolan kesana lagi. Mudah-mudah belum laku …… (lebih banyak dagangnya  … he he he he, breeder Sukarno – Hatta) 
Satu lagi yang aneh bang, pas dikirimi laporan hasil “selfing” plastic kok punya segregasi fenotip  15 non plastic : 1 plastic. Makanya aku nanya ke para ahli plastic (rombongan zona wetan, termasuk yang di Balikpapan), apa sih yang membentuk ciri plastik ? Kok punya sebaran mirip “duplikasi epitasis dominan”. Aneh kan ? 

Tharie Wie

Janny H.F. Rotinsulu jannyhfr@yahoo.com
Hallo bu Tharie,
 Kalo tukang palak seperti saya yang mimpi jadi peneliti, yg sering mengandalkan intuisi dan “sok tahu” susah dibilang penjudi….lebih suka dibilang orkestrator adenium. Hehehehehehehe. .. nemu cryspum…langsung disobek sobek dan dibelah belah…. berharap dapet bunga impian. 

Ngomong-ngomong soal arabicumxobessum. … (wuiihh gaya kayak mo ngasih penjelasan). … mau nanya, Apakah mungkin dari sekian arabicum maupun obessum dalam satu kebon itu terjadi penyilangan (red: selfing – bener gak istilahnya)? ,.. yg tanpa disadari dan menghasilkan bibit Arabicum maupun obessum dengan berbagi sifat tadi. Setelah seedling2 ini tumbuh dan tersebar di seantero Indonesia kemudian orang-orang mulai melakukan Hand Polinasi. Sifat sifat yang dibawa dari penyilangan pertama tadi  itu apakah mungkin mengakibatkan kecenderungan jenis jenis ini semakin mudah berkawin silang?.. 

Kalau mau jujur…. sebenarnya masih takut untuk open (takut digugat secara ilmiah – apalagi setelah baca statement pak Dimit – apalagi bang Tomo sempet kaget waktu aku bilang ngawinin Arabicum dengan Obessum) dan pohonnya baru di share ke satu orang saja (hayo ngaku). Dari 160 biji arabicum yg saya tebar tahun 2002 (hasil panen sendiri pada 3 pohon) ada beberapa saja yang mati. Dari semua yang jadi ada satu yang menunjukkan gejala kelainan…

Ini lagi masalahnya saat itu adenium belum jadi pilihan utk di jadikan object foto…. .. tapi itulah dasar bukan peneliti jadi nggak ada record yang rapi dan baik.  

Balik ke arabicum… satu bibit yang kelainan itu menunjukkan ciri dominasi… tumbuh sangat cepat daun besar besar dan dalam waktu 2 tahun sudah sangat rajin berbunga… tapi rontok pada awal awalnya dan hanya satu aja yg berhasil mekar.  

Sama bang Tomo bunga itu dinamai Daeng Kawanua… Mungkin bang Tomo bisa bantu mengamati daunnya terus dicocokan dengan Arabicum Yaman (dulu kenalnya cuman Yaman). Juga perhatikan pola tumbuhnya (sering jadi “wortel” kalau di grafting ke batang tunggal.) hehehehehehehe. Sudah coba di setek dan dari 6 setekan 1 saja yang melebar dan bercabang banyak , yang lain masih lurus lurus saja tapi bongsor. Makasih sekali sudah mengangkat bahasan ini jadi berani ngomongnya.. .. 

Salam
Janny
 
PS: Wachout DK….bakal gundul kamu… Sekarang Arabicum yang dikawinkan dengan CV..lagi bertanduk tanduk dan belang belang (kalau ini datanya lengkap)…  

Sulastama Raharja sr4harj4@yahoo. com
Bang Janny dan rekans,
saya malah baru tahu kalau daeng kawanua mungkin merupakan silangan arabicumxobesum,Kemarin dah berbunga, bunganya lembut terkesan feminin, kontras dengan sosoknya yang kekar. sayang ndak sempat ngambil gambarnya.Di rumah Jogjess, tanaman ini dah di graft ke bonggol D .. lumayan buat punya2an…. 

salam,
tomo 

Tharie Wie althari_td@yahoo.com 
Wuah bang Janny terlalu amat sangat merendah.

yang mimpi jadi peneliti, yg sering mengandalkan intuisi

Pemuliaan tanaman = intuisi + pengetahuan + keberuntungan. Sementara itu pengetahuan = pengalaman = knowlegde. Bang Janny punya semua itu. Apalagi kebunnya juga luas… (saya lihat foto yang dikirim di milis sebelah), artinya “peluang kejadian” menjadi lebih besar.

Apakah mungkin dari sekian arabicum maupun obessum dalam satu kebon itu terjadi penyilangan ? Alami ?

Mungkin sekali. Dan bisa jadi itu campur tangan “Invisible Hand” yang sedang melimpahkan “hidayah” Nya. “Keberuntungan” justru menyertai penemuan-penemuan besar. Newton + buah apel, Alfred Nobel + batugamping, Archimedes + bak mandi, Pasteur + jamur, dll, dll

Fokus + dedikasi, pasti dekat dengan keberuntungan ….. he he he he, kata pak ustad di pengajian bulan puasa kemarin lho.  

Kalau mau jujur…. sebenarnya masih takut untuk open (takut digugat secara ilmiah -)

Hemat saya, ahli pertanian, biologi etc yang justru mencari tahu dan menjelaskan secara ilmiah atas apa (fenomena) yang diketemukan orang awam seperti kita ini. Bukan malah memagari dan meruntuhkan semangat mencoba kita yang awam ini.

Moral cerita : Jangan pernah berkata tidak.

Tharie Wie
www.omahijo. com 

~masih belum selesai~

Leave a Comment »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.
Entries and comments feeds.

%d bloggers like this: