Musim Hujan Telah Tiba

November 6, 2007 at 10:31 pm | Posted in Diskusi | Leave a comment

Siroji F. Basuki ojir@yahoo.com 
Dear adenium lovers, 
Musim hujan kali ini saya bereksperimen terhadap adenium-adenium kesayangan saya.Menurut ilmu yang saya dapat dari para senior peradeniuman, dolomit dapat meningkatkan pH tanah (walaupun dulu ada juga yang mengatakan sebaliknya). Trus air hujan mempunya pH yang lebih rendah dari tanah. Saya padukan dua sifat tersebut agar mendapat hasil balans pada tanah. 

Pertanyaan :
– Sudah tepatkah ekserimen dan asumsi saya di atas ?
– Adakah takaran yang tepat untuk penggunaan dolomit untuk menetralkan air hujan (misalnya berapa kali seminggu) ?
– Adakah cara lain yang lebih simpel atau efektif ? 

wassalaam  
—Ojir— 

Sutan MRN sutan@almuslim.or.id 
Hmmm..sabtu kmrn cibitung ujan deres..air ujan tak tampung digelas aqua yg sdh sy bersihkan dl..trus sy coba liat pH nya pake pH tester..weh kok ada di angka 6,7-6,9..barti ndak terlalu asam ato gimana ya??…apa pH
tester sy yg ndak beres??..mohon pemadangannya. .ups..pencerahan ..
tengkyu ferimats

Wassallam
SMRN 

Zainuddin Siregar adeniuman@gmail.com 
Itu artinya negeri kamu belum tercemar dong wak tan… pH mendekati air murni tuh (pH 7).  Wak jir..  Sepertinya ga perlu la wak jir.. yang katanya “hujan asam” kalau di negara kita masih sedikit di-bawah pH 6.. Artinya pH tsb dibanding pH tanah2 kita masih di atas. Pengapuran dengan alasan hujan asam sepertinya belum tepat.

Tapi untuk alasan supply magnesium dan kalsium oke-oke saja dan jangan terlalu banyak wak ntar klenger tuh si ade. Sebagai bahan pembanding.. sawit umur 10 tahun cuma perlu 0.4 kg magnesium per tahun yang diperoleh dari tanah dan pupuk, jumlah ini setara dengan 2.5 kg dolomit.

Kita bisa gunakan perbandingan berat tanaman untuk menghitung kebutuhannya, ibarat sawit umur 10 tahun 1 ton dan ade yg kita piara 0.5 kg. Jadi paling cuma 0.2 g magnesium atau setara 1.25 gr dolomit yg dia perlukan dalam setahun. Kalau ada rencana memberi 6 kali dalam setahun.. wajk jir bisa bagi jumlah setiap aplikasinya.  salam 
zai
Jikalau daku salah mohonlah diperbaiki. 

Tharie Wie althari_td@yahoo.com 
Wak Sutan terjangkiti penyakit FILO (=Falling in Loving Obsession). Kalau cuman beda dikit, point sekian, anggap tidak beda. Apalagi skala pH dituangkan dalam skala logaritmis agar terbaca perbedaannya. Kecuali kalau pH tanah sampai terbaca di bawah 5, ini perlu perawatan.Bukannya salah, karena memang akan sempurna kalau pH tanah diperoleh nilai 7. Tapi kok jadi terobsesi banget gitoh …… Beda-beda dikit ama teman never main kok wak, he..he..he.. 
Saya pernah ditanya; ” Mbak kok setelah saya coba hitung pakai gelas ukuran, takaran 1 sendok teh pupuk itu ternyata = 2,30 ml bukan 2,0 ml.. “Mau saya jawab, : pak kita ini hobiis adenium bukan apoteker, pasti nanti si bapak tersinggung. Lalu saya jawab, ” pak selama persendok teh itu tidak lebih dari 2,32 ml, jalan saja, tidak perlu ganti sendok.”   

Tharie WieSutan

MRN sutan@almuslim.or.id
Hehe Bu Thari…dilayarnya tulisannya naik turun gt seh..ya perketikan sy niru yg dilayar tester itu..
Eniwei sy itu bingung..kok byk yg blg kl musim ujan gini ini media tanahnya taburi pakek ndolomit..lhah kl emang pH segitu td msh normal buat apa lg ndolomit..Bu Thari&Bang Z tengkyu atas ingpo+tanggapannya ..
Wak Tet iku kempis sing tak gawe suting pilm supermen anderkaper.. kekekekek.
Thanks..
Wassallam
SMRN
Tharie Wie althari_td@yahoo.com 
Wak Sutan,pH tanah merupakan faktor utama yang mempengaruhi daya larut dan pada akhirnya mempengaruhi ketersediaan nutrisi bagi tanaman. Umumnya nutrisi lebih banyak tersedia dalam kisaran nilai pH antara 6.0 – 7.0. Contoh : pada tanah asam, katakan di bawah 5, bukannya tanah tersebut menjadi tidak ada unsur Mg. Ada, tapi pada kondisi tersebut Aluminium lebih mudah larut dibanding Mg, hingga terserap tanaman.Hemat saya, selama pH pada kisaran 6.0 – 7.0, masih OK. Tidak perlu memaksakan menjadi 7.0. Biaya dan keuntungan tidak sesuai. Maaf, just joke ; ilmu pertanian memang masuk kelompok ilmu eksakta, tapi banyak hal ditentukan dalam suatu nilai “kisaran /continue”. Anehnya, ekonomi yang masuk kelompok ilmu sosial, lebih banyak hal ditentukan dalam suatu nilai “eksak / diskrit”. Contoh : pada kadar berapa ppm, Aluminium akan membuat mati tanaman ?. Bandingkan pertanyaan berikut, berapa unit sepatu harus diproduksi agar kita tidak bangkrut ? Break Even Point (BEP) akan tercapai bila sebulan bisa memproduksi dan menjual sepatu sebanyak 1.000 unit/bulan dengan harga Rp. 325.555,-. Di bawah itu, akan rugi dan bangkrut. Nah lho ……… 
 Tharie Wie
www.omahijo. com 

Sutan MRN sutan@almuslim.or.id 
tengkyu perimats Bu Thari atas pemadangannya. . jd jelas toh ndak perlu lg tabur menabur ndolomit dimusim ujan.. soalnya sy jarang banget pake ndolomit..cmn sy siram pake calcium produknya g***m**e(tiiit) 2mgg sekali(nek iling) biarpun sy gak tau itu kandungan calcium=ndolomit gak:D waduh wak son rek mentang2 sdh kembali ke habitat asal reeeek..habitat belukar.. Pesenku wak son..ojok sering2 glandhotan di uwit2..marai susah dicari..hehe
Wassallam
SMRN
** wak son sms sepisan melbune ping 68..wasyiem

Leave a Comment »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.
Entries and comments feeds.

%d bloggers like this: